Khitbah itu apa sih?


 Apa sih yang ada di benak kita ketika mendengar kata khitbah?

Khitbah adalah janji awal untuk menikah. Namun, khitbah belum pasti akan terjadi pernikahan. Khitbah juga bukan syarat pernikahan.

Seorang lelaki yang sedang menjalani proses khitbah dengan seorang wanita, tidak boleh meng-khitbah wanita lain. Tidak boleh juga meng-khitbah wanita yang sudah dikhitbah.

Khitbah memiliki rambu-rambu syariat yang perlu diperhatikan. Diantaranya :

✅Disunnahkan memandang wajah wanita agar saling mengenal dan ada ketertarikan. Ada ulama yang berpendapat boleh memandang wajah dan telapak tangan, namun ada juga ulama yang berpendapat boleh melihat rambut dan betis.

❌Jika laki-laki tidak suka dengan wanita tersebut setelah melihat, dia tidak boleh mengatakan alasannya kepada orang lain. Cukup katakan: "saya tidak suka".

Jika ada lelaki saleh yang datang meminang, maka seorang wanita tidak boleh menolak pinangan tersebut.
 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوْهُ إِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيْرٌ
“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” 
(HR. Tirmidzi no. 1085. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi).

Seorang wanita boleh membatalkan pinangan lelaki dengan alasan yang syar'i. Jika seorang wanita tidak ada rasa suka /kecondongan hati kepada lelaki, meskipun lelaki itu sholih, maka dia boleh menolak pinangan lelaki tersebut. Pernikahan dibangun oleh rasa cinta dan kasih sayang, maka hendaknya ada perasaan cinta di antara pasangan suami istri.

Seorang ayah diperbolehkan menawarkan putrinya untuk dinikahi lelaki saleh. Rasa malu hendaknya tidak menjadi penghalang agar bisa mendapatkan suami saleh bagi anak-anaknya. Hal ini juga dilakukan oleh para salafus shalih, seperti Sa'id bin Musayyib yang menikahkan anaknya dengan muridnya.

Jika sudah mantap memilih seorang calon, hendaknya melaksanakan shalat istikharah agar Allah Ta'ala mudahkan urusannya. Namun, jika hal itu tidak baik baginya, Allah akan datangkan penghalang agar dicegah dari urusan tersebut.

Sabtu, 26 November 2022
Faidah Kajian Ustaz Abu Zahro

Tangan Akan Binasa, Tulisan Akan Kekal

 


Setiap dari kita pasti kan meregang nyawa. Tangan akan binasa, namun tulisan akan kekal. Tulisan akan berumur lebih panjang daripada tangan yang menulisnya. Contohnya Shahih Muslim, yang ditulis oleh Imam Muslim.


Tulisan yang baik bisa menghasilkan passive income (pahala yang mengalir meski kita telah tiada). Sebaliknya, jika tulisan kita tidak baik dan dibaca oleh banyak orang, maka dosanya pun akan mengalir. Maka, tulislah sebuah tulisan yang kelak menjadi hujjah yang memberatkan timbangan amal kebaikan kita di Hari Kiamat.

Kita sudah terbiasa menulis, namun sebenarnya menulis itu kegiatan seperti apa?

Menulis adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengutarakan ide, perasaan, cerita. Menulis juga salah satu upaya kita merayakan peristiwa sehari-hari dengan membagikan nilai kepada orang lain melalui tulisan. Nilai tersebut dapat berupa pelajaran maupun hiburan.

Mengapa menulis itu penting?

Menulis merupakan "basic life skill" selain membaca dan berhitung. Jika kita tidak bisa menulis, maka akan menghambat proses komunikasi dan belajar. Menulis juga merupakan bukti pencapaian/keahlian seseorang. Tiap jenjang pendidikan membutuhkan kemampuan menulis untuk menyelesaikannya. 

Apa manfaat menulis?

Salah satu manfaat menulis adalah untuk mengikat ilmu. Dari Abdullah bin Amr dan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhumma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Ikatlah Ilmu dengan menulis” [Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih].

Manfaat lain dari kegiatan menulis

  • Meluapkan pikiran dan emosi
  • Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat
  • Menambah wawasan
  • Menghasilkan uang
  • Menebar Manfaat
  • Sarana dakwah dan ibadah
  • Mempengaruhi orang lain

Apa yang kita tulis?

  • Esai : Berisi opini, bagaimana perasaan kita terhadap suatu kejadian, apa pendapat kita tentang suatu objek yang kita komentari di dalam esai kita
  • Cerita : Pengalaman, Fiksi, seperti novel, cerpen, skrip film
  • Artikel : Berisi fakta aktual di bidang jurnalistik, akademik, literatur profesional, dll.


Bagaimana cara menulis yang baik? 

  • Ikhlas. Jika tujuan menulis untuk mencari uang, kita akan lebih banyak berfikir dan mencari referensi. Jika tujuannya untuk ibadah , kita akan lebih hati-hati dalam menulis dan memilih kata-kata, mencari lebih banyak refensi, tulisan kita pun harus bermanfaat, ada banyak kaidah dalam agama kita yang mengatur dalam masalah menulis dan berbicara.
  • Membuat tulisan yang insightful (berisi), meaningful (bermakna) dan useful (bermanfaat)
  • Amanah dengan mencantumkan sumber tulisan/referensi. 
  • Jujur dan senantiasa mengatakan kebenaran. Tidak berdusta meski niatnya menghibur. 
  • Santun & Bijak: Tau apa yang harus diucapkan, kapan, kepada siapa, dan bagaimana caranya.
  • Mampu menyampaikan pesan/maksud tulisan, dan mampu menguasai hati pembaca


Ahad, 27 November 2022
Faidah Kelas Menulis bersama Ustazah Saviera Yonita, ST