Seruan kepada Pendidik (part 2)

Murabbi atau pendidik adalah orang yang memberi manfaat melalui ilmu kepada dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Salah satu kemuliaan dan keutamaan menjadi seorang pendidik adalah mereka (orang yang dididik) akan mendoakan dan memintakan ampun untuk kita.

Setiap orang tua seharusnya memahami bahwa mereka tidak hanya melahirkan anak saja tetapi juga harus membekali anak-anaknya dengan ilmu. Salah satu usaha kita agar bisa menjadi pendidik adalah dengan memperbaiki dulu diri sendiri, berusaha meninggalkan keburukan, memperbaiki kesalahan dan terus melakukan perubahan yang baik. Harapannya agar orang lain bisa merasakan faedah dari apa yang kita lakukan.


Kita adalah contoh nyata untuk anak-anak kita. Kita adalah pendidik bagi anak-anak kita. Mereka mencontoh apa yang kita lakukan. 


Terkadang kita mengharapkan sesuatu dari mereka tetapi kita sendiri tidak memberi contoh yang baik. Sayangnya, kadang kita tidak menyadari kesalahan tersebut. Kita cenderung menuntut tetapi tidak memberikan bukti nyata kepada mereka. 


Perilaku baik seorang murobbi adalah hal utama yang harus diterapkan dalam mendidik anak-anak. Seorang pendidik yang baik akan memberi faedah yang baik pula kepada anak didiknya. Namun, semua hal yang kita lakukan membutuhkan proses, dan hasilnya Allah yang menentukan.


Tujuan pengajaran adalah membentuk seseorang dengan kepribadian yang tinggi. Pribadi yang mempunyai keterikatan kuat dengan Rabbnya serta senantiasa bergantung kepada Allah dalam setiap aktivitasnya. Sehingga dia mampu membangun pondasi yang benar di mata Allah dan manusia. 


Pondasi atau dasar pendidikan manusia di tiap kelompok/ lingkungan pasti berbeda. Misalnya perbedaan pondasi antara masyarakat yang atheis dengan masyarakat yang agamis. Karenanya penting untuk kita menanamkan akidah yang kuat sebagai pondasi dalam kehidupan kita dan anak-anak kita sebagai benteng dari ancaman-ancaman penyimpangan pemahaman dari luar.


Seorang murobbi yang berhasil adalah:

  1. yang mahir, memiliki ilmu sesuai dengan tugasnya.

  2. membaguskan metode pengajarannya

  3. cinta dengan apa yang dilakukannya dan anak didiknya

  4. membekali anak didiknya dengan ilmu yang bermanfaat

  5. menerapkan akhlak yang baik, dengan menjauhkan anak didiknya dari hal-hal yang buruk.

Dia bisa menjadi pendidik, pengajar sekaligus pengasuh dalam waktu bersamaan.


Faedah Kajian Ustaz Mu’tasim, Lc., M.A. hafizahullah

Pendidikan Karakter Sejak Dini

 Tawuran dan kerusakan lingkungan makin sering kita jumpai, saat ini. Hal itu disebabkan oleh:

1. Kurang nya pendidikan agama

2. Pendidikan karakter masih sebatas pengetahuan

3. Penggunaan media yang kurang tepat (kecanduan menonton tv)

4. Kurangnya perhatian dan pengetahuan dalam mendidik anak

5. Kurangnya fasilitas kegiatan bermain yang lebih bermanfaat untuk anak 


Yang harus dilakukan:

1. Tanamkan pendidikan agama sejak dini di rumah, di lembaga pendidikan dan di masyarakat

2. Buat anak mempunyai acara yang bermanfaat untuk meminimalisir pengaruh media yang kurang baik

3. Tingkatkan pengetahuan orang tua dan masyarakat dalam mengasuh dan mendidik anak

4. Fasilitasi anak bermain yang tepat 


Pendidikan tidak hanya kemampuan calistung dan nilai akademik yang tinggi. Namun, pendidikan karakter juga sangat penting karena kematangan emosi, disiplin dan kemandirian yang terbentuk pada usia dini akan lebih menentukan kesuksesan seorang anak.


Pendidikan karakter merupakan internalisasi nilai (harus berkesinambungan dr pengetahuan, ketrampilan dan kebiasaan).


Yang harus terlibat dalam pendidikan karakter adalah 

√ Keluarga

√ Sekolah

√ Lingkungan masyarakat

√ Pemerintah


15 nilai karakter anak

1. Kecintaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

2. Kejujuran

3. Disiplin

4. Toleransi dan cinta damai

5. Percaya diri

6. Mandiri

7. Kreatif

8. Tolong menolong, kerja sama dan gotong royong

9. Hormat dan sopan santun

10. Tanggung jawab

11. Kerja keras (tidak mudah putus asa)

12. Kepemimpinan dan keadilan

13. Rendah hati

14. Peduli lingkungan

15. Cinta bangsa dan tanah air.

Faedah Kajian Ustazah Diah Haryanti, S. Pd hafizahallah

Pengurusan Jenazah yang Sesuai Sunnah

Kematian adalah suatu kepastian. Ketika telah sampai waktunya, kita berharap bisa kembali kepada Allah dalam keadaan yang diridaiNya, termasuk bagaimana jenazah bisa ditangani sesuai syariatNya. 

Yuk, kita simak tata cara pengurusan jenazah yang sesuai sunnah, MomSI! 


Jika di dalam keluarga kita ada salah satu anggota keluarga meninggal dunia, maka yang paling ditekankan dalam pengurusan jenazah adalah  keluarga terdekat terlebih dulu. Utamanya adalah yang mempunyai ilmu dalam sunnah. Salah satu tujuannya adalah menjaga aib jenazah agar tetap terjaga. 


Jika istri meninggal dunia, maka suami lebih ditekankan mengurusi jenazah istri, begitupun sebaliknya. Istri juga boleh mengurus jenazah suami. 


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 


Ω…َΨ§ ΨΆَΨ±َّΩƒِ Ω„َوْ Ω…ِΨͺِّ Ω‚َΨ¨ْΩ„ِي، فَΩ‚ُΩ…ْΨͺُ ΨΉَΩ„َيْΩƒِ، فَΨΊَΨ³َّΩ„ْΨͺُΩƒِ، وَΩƒَفَّΩ†ْΨͺُΩƒِ، وَΨ΅َΩ„َّيْΨͺُ ΨΉَΩ„َيْΩƒِ، وَΨ―َفَΩ†ْΨͺُΩƒِ»


“Tidak jadi masalah bagimu, jika kamu mati sebelum aku. Aku yang akan mengurusi jenazahmu, aku mandikan kamu, aku kafani, aku shalati, dan aku makamkan kamu.” (HR. Ibn Majah 1465, dan dinilai hasan oleh al-Albani)


Ada beberapa tahapan dalam pengurusan jenazah: 

  1. Memandikan Jenazah

Tata cara memandikan jenazah : 

  • Membaca bismillah 

  • Didudukkan, tekan-tekan perutnya & dikeluarkan kotorannya

  • Mewudhukan

  • Dimandikan (dari kepala kemudian badan bagian depan & belakang sebelah kanan dahulu kemudian yang kiri, kemudian disiram seluruh tubuh.

  • Dibersihkan dengan sabun, kemudian siram kembali sampai bersih bisa 3x, boleh diulang dalam hitungan ganjil apabila dirasa masih belum bersih. Dianjurkan siraman terakhir dengan kapur barus/ daun bidara.


Dalam memandikan mayat, tangan sebaiknya dilapisi dengan kain, Lap atau semacam sarung tangan agar aurat terjaga.


  1. Setelah memandikan tahapan berikutnya adalah mengkafani, sunnahnya : 


  • Mengkafani dengan 3 lapis kain kafan (pendapat syaikh Al Albani rahimahullah). Ada beberapa perbedaan pendapat dalam hal ini. Jenazah wanita disunahkan untuk dikafani dengan 3 lapis kain sebagaimana jenazah laki-laki. Adapun hadits Laila bintu Qais ats-Tsaqafiyah tentang pengkafanan putri Nabi shallallahu alaihi wa sallam dengan lima kain kafan, kata Syaikh al-Albani rahimahullah sanadnya tidak sahih karena ada rawi bernama Nuh bin Hakim ats-Tsaqafi. Dia adalah rawi yang majhul.

  • Kain kafan menutupi seluruh anggota badan.

  • Kain kafan dianjurkan yang cukup tebal.

  • Tiap lembar kain kafan dibubuhi wewangian.

  • Memberi wewangian pada wajah mayit & ketujuh anggota sujud. Posisi tangan jenazah diperbolehkan dalam posisi bersedekap atau diluruskan disamping badannya.

  • Lembaran kain kafan pertama dilipat sebelah kiri terlebih dahulu kemudian sebelah kanan, menyusul lembaran kedua dan ketiga. Rapikan lapisan terakhir dengan baik.  

  • Menambatkan tali pengikat berjumlah 5 utas tali, yaitu di kepala, leher, pinggang/badan, lutut dan kaki.

  • Gulungkan kain kafan pada ujung kepala & kaki.


  1. Menyalatkan. 

  • Batas minimalnya adalah 3 shaf. 

  • Posisi imam tetap ada di depan makmum, bukan sejajar dengan makmum.


  1. Tahapan terakhir adalah menguburkan.

  • Dimakruhkan bagi wanita mengikuti jenazah sampai ke pemakaman.

  • Diperbolehkan menangisi jenazah asal tidak meratapi (meraung-raung). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam juga menangis saat putra beliau yang bernama Ibrahim wafat.

  • Tidak boleh berkabung lebih dari 3 hari, kecuali istri yang ditinggal suami, masa berkabungnya selama 4 bulan 10 hari.

  • Diperbolehkan bagi wanita bertakziah tetapi tidak berlama-lama. 

  • Diperbolehkan bagi wanita untuk melakukan ziarah kubur sebagai salah satu pengingat diri atas kematian. 


Faedah Kajian Ustaz Argo Abu Zahro hafizahullah

Kontrol Penggunaan Gadget

Penggunaan gadget (smartphone, laptop, tablet dll) yang tak terkendali oleh seluruh kalangan (anak-anak, remaja dan dewasa) berujung pada keluhan dan sikap yang tak sesuai aturan. Gadget itu bagai 2 mata pisau. Bisa diambil manfaatnya, tetapi juga banyak mudharatnya. Dampak Positif : 1. Sarana berbagi ilmu pengetahuan. Muncul aplikasi zoom, gmeet dll yang memungkinkan belajar langsung dengan orang di luar negeri. 2. Media berjaring dan Sosialisasi. Biaya telpon murah bahkan bisa melihat wajah 3. Memudahkan pekerjaan. Dalam sehari bisa melakukan lebih dari 1 kegiatan tanpa capek dan tanpa biaya transportasi. 4. Media belajar, seperti kajian online 5. Media promosi, bisnis, dan jual beli, tanpa keluar rumah. Dampak Negatif : 1. Menjadi lebih sulit ikhlas dalam beribadah. Tinggal klik, gugur amalnya. 2. Membuat iri dan kurang bersyukur. Banyak yang memamerkan harta dan kenikmatan. 3. Mudahnya berbuat dosa dan melalaikan waktu. Awasi tontonan anak, jangan dibiarkan pegang hp sendiri. 4. Gangguan kesehatan mata. Saat skrol terlalu cepat dan dapat menggangu konsentrasi. Yang menyebabkan kita harus ada dorongan yang kuat untuk berubah: 1. Menjaga kondisi hati agar senantiasa sehat dan bersih. 2. Membentuk identitas sebagai muslim yang berintegritas. Tidak ikut-ikutan teman. Harus menanamkan rasa takut kepada Allah. 3. Memanfaatkan waktu yang Allah berikan di dunia dengan sebaik-baiknya. Meskipun usia di dunia lebih pendek dari usia di akhirat, kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Jangan merasa aman dengan usia. 4. Menjauhkan diri dari hidup yang sia-sia dan su'ul khatimah. Cara mengendalikan gadget: 1. Menggali motivasi dan memperkuat niat. Niat untuk hal yang bermanfaat akan dimudahkan dan berpahala. 2. Berdoa, bersabar, dan muraqabah. Semuanya itu bukan karena usaha kita tetapi kemudahan dari Allah. Sabar dalam kebaikan dan sabar dalam menjauhi larangan. Tanamkan rasa senantiasa diawasi oleh Allah. 3. Menciptakan rutinitas baru yang lebih sehat. Melakukan hobi dan menemukan passion. 4. Menciptakan lingkungan yang sesuai dengan pemicu kebiasaan. Waktunya dibatasi untuk semua penghuni rumah. 5. Menjadikan kebiasaan buruk sulit dilakukan. Bisa dengan menyerahkan gadget kepada pasangan lalu minta tolong untuk disimpan di tempat yang tidak kita ketahui. Referensi : Gawai dalam Kendalimu, Arifa dan Sekar, Ahlan Pustaka Umat. Materi Webinar Kontrol Penggunaan Gadget pada Anak, Ustadzah Cut Rafiqa Majid.


Oleh Ustazah Diah Haryati,S.Pd

Wasiat Untuk Pemuda (part 10-12)

Wasiat untuk Pemuda ke-10

Atsar dari Muhammad bin Sulthah: “Suatu ketika Maimun bin Mihran berjumpa denganku, maka aku berkata padanya: “Hayyakallah (semoga Allah memberikan kehidupan, memberikan salam kepadamu). Mendengar itu, kata Maimun bin Mihran: ”Ini adalah ucapan penghormatan dari pemuda. Ucapkanlah salam (Assalamu’alaikum)”. 


Hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Siapa yang memulai pembicaraan sebelum salam, jangan kalian jawab”.


Faedah:

  • Kadang pemuda merasa lebih keren dengan mendahulukan ucapan selamat sebelum salam seperti hayyakallah, ahlan wa sahlan atau marhaban. Merasa malu dan kuno saat mengucapkan salam ke temannya. Seandainya pun memakai salam, biasanya tetap didahului ucapan-ucapan selamat tadi.

  • Meskipun menunjukkan keakraban, tapi ada ucapan salam yang lebih baik dari itu. Apalagi ucapan-ucapan lainnya: “Selamat pagi/ siang/ malam, Hai, Hello” dsb, lebih tidak boleh lagi. Termasuk saat dalam pidato, seringkali kita menemui kalimat pembuka atau sambutan sebelum salam. Maka ini perlu diperbaiki. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum suka mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal. Bahkan bersemangat mengulang salam meski baru saja bertemu. 

  • Kadang kita malu memulai memberi salam ke masyarakat terutama yang masih awam, tapi kita harus mencoba dan membiasakannya. Perlu kita ajarkan agar adab islami dalam berbicara dan bergaya, punya ciri yg khas sebagai pemuda muslim.


Wasiat untuk Pemuda ke-11


Dari Abu Malih, suatu ketika Maimun bin Mihran berkata pada kami sedang kami bersama dengan orang-orang tua: “Wahai para pemuda, gunakanlah kekuatan yang kalian miliki untuk ketaatan kepada Allah. Wahai orang yang sudah tua, mau sampai kapan lagi kalau tidak sekarang, apa lagi yang mau ditunggu untuk banyak beribadah kepada Allah. Waktu kematian sudah dekat. Esok saat kita kembali kepada Allah, yang ada hanyalah hisab (perhitungan amal) dan tidak ada lagi kesempatan beramal."


Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara

(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,

(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,

(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,

(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,

(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya 4: 341)


Wasiat untuk Pemuda ke-12


Dari Al-Firyabi, dari Sufyan Ats-Tsauri, suatu ketika beliau salat, kemudian mengarahkan pandangannya pada para pemuda yang ada di sana dan berkata: "Kalau kalian sekarang tidak mau salat, kapan lagi? Apa menunggu datangnya mati?”


Faedah:

  • Beliau memberi petuah untuk para pemuda dengan sebuah pesan yang luar biasa agar memanfaatkan masa muda untuk taat kepada Allah. Kalau tidak diarahkan, maka potensinya akan cenderung mengarah ke arah negatif.
  • Pemuda kalau tidak memanfaatkan masa mudanya untuk sujud kepada Allah, bisa jadi akan lemah (lebih jarang lagi) tidak salat di saat tua, atau bisa jadi saat lansia dia ingin taat tapi tidak bisa karena sudah lemah (fisiknya).

Faedah Kajian Ustaz Abu Muhammad







Seruan kepada Para pendidik dalam Mengarahkan Anak Laki-laki dan Perempuan

    Kitab ini ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu. Ditujukan kepada para pendidik, pengajar di kelas, orang tua, penuntut ilmu yang ingin berhasil dan memiliki masa depan cerah, anak-anak yang menginginkan kebahagiaan dengan pendidikan dari orang tua mereka, serta untuk kaum muslimin yang semoga tulisan ini turut andil menciptakan generasi yang lebih baik, yang mengikuti Allah dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Beliau menukilkan sebuah hadis sahih di awal kitab sebelum menuliskan ilmu:


“Tidaklah seseorang terbangun pada malam hari, kemudian dia berzikir dengan mata terjaga, dengan dzikir LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WALAHUL HAMD WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAIIN QODIIR SUBHAANALLAAH WALAHAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAAH WALLAAHU AKBAR WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAH. Kemudian dia berdoa: ALLAAHUMMAGH FIRLII (ya allah ampunilah aku) atau dia berdoa (dengan doa bebas) niscaya akan dikabulkan doanya. Apabila dia berwudu kemudian salat, niscaya salatnya diterima oleh Allah.” (HR. Bukhari)


  • Bahwasanya kita membutuhkan doa yang setiap saat kita panjatkan karena doa adalah senjata kaum muslimin. Kita pasrahkan seluruh urusan kita kepada Allah. Tidak pantas bagi pendidik untuk meninggalkan doa, terutama malam hari. Di saat kita merasa memiliki banyak kelemahan dan ekspektasi tidak sesuai harapan, maka kita menyerahkan semuanya kepada Allah sambil ikhtiar bertanggungjawab semaksimal mungkin sebagai pendidik.


  • Sebelum melakukan kebaikan atau berharap perubahan terhadap proses pendidikan, hendaknya seseorang mengevaluasi diri, meminta ampun terhadap kesalahan atau kelalaian dalam hidupnya . Ini adalah bentuk ketakwaan dari pendidik. Jika di kemudian hari menemukan kesalahan pada anak didik, dia ingat bahwa dia pun pernah salah dan senantiasa meminta ampun kepada Allah. Anak didiknya itu layak dimaafkan, sehingga tidak menimbulkan rasa dendam padanya.


  • Bahwasanya yang kita miliki adalah kepunyaan Allah, termasuk ilmu para pendidik. Karenanya melihat anak didik yang butuh perhatian, yang muncul adalah perasan cinta bukan benci, rasa memaafkan bukan membalas dendam. 


  • Tugas dan amalan seorang pendidik adalah paling mulia jika benar-benar dibaguskan dan disertai dengan ikhlas hanya kepada Allah. Mereka harus belajar dan mengetahui ilmu mendidik dengan cara islami dan benar. 


  • Guru adalah pendidik generasi yang ada. Ia adalah orang yang berpengaruh pada bagus dan rusaknya masyarakat. Jika ia mengajarkan kebaikan dengan ikhlas lalu mengarahkan pada agama dan akhlak islam, maka anak akan merasakan kebahagiaan. 


  • Bahwasanya pendidikan adalah tanggungjawab bersama. Masing-masing bisa berperan sesuai bidangnya, terutama untuk keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Ajak mereka untuk melakukan kebaikan dengan ilmu yang kita punya sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjuang dengan diri dan hartanya demi dakwah islam.


Orang yang mengajarkan kebaikan (kepada orang lain) akan dimintakan ampunan oleh semua makhluk, sampai ikan-ikan di lautan”. (HR. Thabrani).


Faedah Kajian Ustaz Mu’tasim, Lc, MA


Mengenal Mahram

Mahram adalah wanita atau laki-laki yang haram dinikahi sementara atau selamanya.

Yang boleh dilakukan mahram diantaranya melihat aurat, jabat tangan dan mengobrol.

Banyak kasus di luar karena belum paham batasan-batasan mahram.

1. Dalam QS An-Nur:31 

"Janganlah memperlihatkan kecantikan kecuali kepada suami, bapak, mertua, anak, anak tiri, keponakan suami, kakak dan adik, keponakan istri, wanita muslimah, pelayan yang tidak memiliki hasrat dan budak."

Ada perbedaan antara boleh atau tidaknya melihat farji antara suami-istri.  Hadis riwayat Ibnu Majah tidak membolehkan tapi hadist nya lemah. Hadis riwayat Muslim membolehkan melihat farji antara suami-istri karena Aisyah radhiyallahu 'anha dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mandi bersama.

2. Wajah dan tangan boleh dilihat bapak, kakak, bapak mertua, anak, cucu, anak tiri, cucu tiri, satu seayah dan seibu, keponakan, budak, pelayanan laki-laki yang tidak memiliki hasrat, anak-anak yang belum mengerti, saudara laki-laki sepersusuan, paman ayah dan ibu. Ini boleh bersalaman dan mengobrol.

3. Suara. 

Menurut 4 madzhab, suara bukan aurat. Tetapi jangan sampai membangkitkan gairah lelaki. Dalam QS. Al-Ahzab: 32, ketika ada kesalahan dalam sholat maka wanita mengingat dengan menepukkan tangannya ke paha.

Faedah Kajian Ustaz Argo Abu Zahro hafizahullah 

Wasiat kepada Pemuda (part 9)

        Dari Ja’far bin Sulaiman, murid Tsabit Al-Hunani, beliau menceritakan bahwa suatu hari Tsabit Al-Hunani keluar menuju kami dan kami sedang duduk di masjid arah kiblat. Kata Tsabit: “Wahai para pemuda, kalian telah menghalangiku dan rabbku, aku tidak bisa sujud (salat) kepadaNya (karena mereka duduk di arah kiblat). Seorang ahli ibadah tidak bisa dianggap sebagai ahli ibadah sejati meski punya semua perangai kebaikan sampai ia memiliki 2 tabiat: puasa dan salat”. 


Faedah yang bisa diambil: 

1. Agar pemuda menjaga kemuliaan masjid, sehingga ia termasuk dari golongan yang mendapatkan naungan Allah di saat tidak ada naungan selain-Nya. 


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 


“Tujuh golongan yang dinaungi AllΓ’h dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada AllΓ’h, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan AllΓ’h, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada AllΓ’h.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada AllΓ’h dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”


(HR. Bukhari & Muslim)


2. Memperhatikan kemuliaan dan kedudukan orang yang ada di dalam masjid. Jangan diganggu dengan kegiatan-kegiatan yang tidak penting. Beri ketenangan sehingga mereka bisa khusyuk dalam beribadah. Termasuk gangguan di zaman ini adalah gawai (handphone). Gawai harus di-silent saat masuk masjid. 


Faedah Kajian Ustaz Abu Muhammad hafizahullah

Check, Care and Call

      Pernah gak sih, Momsi, lihat anak terjatuh terus keluar darah banyak? Pasti panik, ya. Setiap orang tua pasti pernah mengalami kondisi kedaruratan, namun sedikit yang paham ilmunya. Alih-alih mengobati, justru malah memperparah luka.

    Kali ini ada teman kita dari Sekolah Ibu, yakni Ns. Mbak Rina Mardiana, S. Kep yang berbagi ilmu dan pengalaman beliau yang sudah malang melintang di dunia keperawatan.

    Pertolongan pertama adalah perawatan yang diberikan kepada orang yang cedera atau mendadak sakit. Tujuannya untuk memastikan korban tetap hidup, mencegah korban bertambah buruk keadaannya, membantu pemulihan cedera atau sakit, serta memastikan korban mendapatkan pertolongan dari tenaga medis.

Ada 3 Prinsip pertolongan pertama yaitu Check, Care and Call.

Yang harus disiapkan di dalam rumah untuk penanganan keadaan Darurat:

1. Dokumen kesehatan pasien

2. P3K

3. Simpan kontak tenaga kesehatan, damkar dan polisi

4. Ajarkan anak untuk meminta tolong

5. Siapkan alat pemadam kebakaran/ APAR/ pendeteksi asap

6. Belajar skill pertolongan pertama

 

Pertolongan Pertama untuk masalah sirkulasi

  1. Henti jantung

  2. Stroke

  3. Angina

  4. Pendarahan yang mengancam nyawa

 

1. Henti Jantung

  • Check yaitu kondisi berhentinya aktivitas mekanik jantung, dengan ciri-ciri sebagai berikut: 

  • respon tidak ada

  • pernapasan tidak ada atau tidak normal

  • nadi tidak teraba

  • Care, yakni dengan melakukan resusitasi jantung paru atau RJP 

  • Call. Jika ada orang lain, minta bantuan untuk call/ menghubungi tenaga kesehatan. Jika sendiri, segera hubungi tenaga kesehatan kemudian lakukan RJP.

2. Pendarahan yang mengancam nyawa

  • Check: darah tidak berhenti, memancar dan banyak.

  • Care: temukan sumber pendarahan kemudian tekan dan hentikan pendarahan dengan menggunakan kasa tebal atau bisa pakai blood stopper. Jika luka ada pada lengan atau kaki, maka pertimbangkan menggunakan tourniquet.

  • Call: bloodstopper, tourniquet

3. Pertolongan pertama pada masalah jalan nafas

Tersedak/ choking, yakni kondisi tersumbatnya jalan nafas karena suatu benda secara penuh atau parsial/ sebagian di daerah faring, hipofaring atau trakea.

  • Check: terlihat panik, mata terbelalak, batuk dan satu tangan memegang tenggorokan.

  • Care: black bow 5x, abdominal thrust 5x

Langkah Perbaikan Masyarakat

    Coba tengok kanan-kiri kita, Momsi! Adakah permasalahan global yang kita hadapi? Banyak! Mulai dari pergaulan bebas, kriminalitas, pemuda-pemudi minim akhlak dan lain-lain yang membuat kita miris dan takut sekaligus. 


Namun, keluhan hanya sebatas keluhan jika tidak kita wujudkan dengan perbaikan yang nyata. Yuk, kita simak apa saja yang bisa kita lakukan!


  1. Berpegang teguh pada tali Allah dan menjauhi perpecahan dan pertikaian, dengan disertai keikhlasan dalam memperbaiki keadaan.
  • Usaha memegang tali agama Allah. Setiap individu harus menyamakan persepsi. Jika tidak bisa, jangan sampai bercerai berai. Diusahakan agar bersabar dan mengerem nafsu masing-masing dalam memaksakan keinginan-keinginannya, atau dengan cara mencari jalan terbaik sendiri-sendiri senyampang masih di bawah bendera Allah.
  • Berusaha menyingkirkan perpecahan. Mengetahui betapa tidak nikmatnya bermusuhan, maka ini mendorong manusia untuk hidup rukun dan bersatu.
  • Berusaha membaguskan keikhlasan dalam memperbaiki iman dan takwa. Jika penggerak perbaikan tidak merasa ikhlas, maka akan mudah berputus asa dan kecewa seandainya impian tidak sesuai harapan. Dengan keikhlasan, semuanya terasa ringan, karena Allah mengetahui semua ikhtiar. Tidak ada kata gagal jika diniatkan untuk Allah. 

  1. Perbaikan diri sebagai salah satu pondasi dari perbaikan masyarakat

Kerusakan yang terjadi di masyarakat muncul karena belum tertatanya masyarakat-masyarakat kecil. Yang semestinya diperbaiki adalah individu-individu. Namun perubahan yang diinginkan tidak bisa instan, butuh waktu. Yang pasti harus optimis. Seringkali kita pesimis terlebih dulu melihat begitu banyak permasalahan dalam masyarakat. Harus yakin kepada Allah. Kalaupun berhasil, maka tidak patut untuk sombong, semuanya karena taufik dari Allah. Kalaupun belum, maka dengan keyakinan bahwa ini kebenaran dari Allah, tidak akan membuat kita berputus asa. 


  1. Mengakui kekurangan yang pernah dilakukan sehingga memunculkan adanya langkah perbaikan. Salah satu faktor kegagalan dalam perbaikan adalah saat seseorang merasa benar dan tidak mau menerima masukan. 

  2. Menyingkirkan faktor-faktor penghalang dari keberhasilan. Salah satu penghalangnya adalah ath-tahawwur yakni asal-asalan dalam perbaikan. 


Faedah Kajian Ustaz Mu'tasim, LC, MA hafizahullah

Sembuh Sehat Bugar dengan Metode Dahsyat Terapi Cepat



🩹 Seorang ibu harus selalu sehat. Kalimat tadi terkesan memaksa, ya tapi begitulah realitanya. Ia harus siap menghadapi gempuran cucian, jemuran dan setrikaan setiap hari. Belum lagi kepusingan berpikir mau masak apa besok pagi. Benar tidak, Momsi? Mau berolahraga rasanya badan sudah capek dan tak ada energi. Lantas bagaimana? ^^

✨ Kali ini ada teman kita dari Sekolah Ibu, yakni Mbak Erna, seorang penggiat kesehatan holistik, yang akan berbagi ilmu tentang menjaga kebugaran tubuh, terutama bagi ibu dan keluarga.

πŸ’Š Semua penyakit pasti ada obatnya dan obat dari segala penyakit adalah Al-Quran. Tetapi kita juga harus ikhtiar. Selain medis, kita juga bisa berikhtiar dengan pijat, bekam, gurah, fasdhu, totok dan lain-lain.

🍞 Pola pikir dan pola makan yang tidak baik bisa menurunkan imun. Pikiran yang terlalu banyak atau pola makan serba instan (biiznillah) dapat menyebabkan kelelahan pada tubuh. Kurangi konsumsi tepung, minyak dan gula.

πŸƒ Ada beberapa cara memijat badan sendiri :

  1. Pijat punggung sebelah kanan dengan tangan kiri, berfungsi untuk mengurangi rasa pegal pada punggung.

  2. Pijat kening dengan ruas jempol tangan dari depan ke belakang, berfungsi untuk mengurangi rasa pusing.

  3. Lipat kaki, satukan ke depan. Lalu pijat dan tekan dengan jempol serta jari-jari tangani untuk mengurangi rasa cape pada kaki.

✋🏻Totok wajah, bisa dilakukan sendiri dengan cara:

  1. Tekan alis dengan kedua telunjuk dari depan ke belakang.

  2. Tekan kening dengan kedua telunjuk tarik ke pelipis.

  3. Tekan ujung rambut pada kening dengan kedua telunjuk ke telinga.

  4. Tekan tengah kepala dengan kedua telunjuk tarik ke belakang telinga.

  5. Tekan unyeng-unyeng (pusar rambut) dengan kedua telunjuk tarik ke atas telinga.

πŸ₯€ Mata Lelah

  1. Tekan mata, tarik ke samping.

  2. Tekan hidung dari atas (alis), turun ke hidung sampai tengah lalu putar pelan. Lalu ke bawah tekan cuping dari atas ke bawah.

🀌🏻 Kesemutan pada tangan: pegang pundak sebelah kanan dengan tangan kiri,putar bahu kanan ke depan dan ke belakang.

πŸ‚ Sakit pinggang: duduk dan lipat kaki ke belakang, taruh di belakang pantat. Lalu berbaring ke belakang/ terlentang.