Murabbi atau pendidik adalah orang yang memberi manfaat melalui ilmu kepada dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Salah satu kemuliaan dan keutamaan menjadi seorang pendidik adalah mereka (orang yang dididik) akan mendoakan dan memintakan ampun untuk kita.
Setiap orang tua seharusnya memahami bahwa mereka tidak hanya melahirkan anak saja tetapi juga harus membekali anak-anaknya dengan ilmu. Salah satu usaha kita agar bisa menjadi pendidik adalah dengan memperbaiki dulu diri sendiri, berusaha meninggalkan keburukan, memperbaiki kesalahan dan terus melakukan perubahan yang baik. Harapannya agar orang lain bisa merasakan faedah dari apa yang kita lakukan.
Kita adalah contoh nyata untuk anak-anak kita. Kita adalah pendidik bagi anak-anak kita. Mereka mencontoh apa yang kita lakukan.
Terkadang kita mengharapkan sesuatu dari mereka tetapi kita sendiri tidak memberi contoh yang baik. Sayangnya, kadang kita tidak menyadari kesalahan tersebut. Kita cenderung menuntut tetapi tidak memberikan bukti nyata kepada mereka.
Perilaku baik seorang murobbi adalah hal utama yang harus diterapkan dalam mendidik anak-anak. Seorang pendidik yang baik akan memberi faedah yang baik pula kepada anak didiknya. Namun, semua hal yang kita lakukan membutuhkan proses, dan hasilnya Allah yang menentukan.
Tujuan pengajaran adalah membentuk seseorang dengan kepribadian yang tinggi. Pribadi yang mempunyai keterikatan kuat dengan Rabbnya serta senantiasa bergantung kepada Allah dalam setiap aktivitasnya. Sehingga dia mampu membangun pondasi yang benar di mata Allah dan manusia.
Pondasi atau dasar pendidikan manusia di tiap kelompok/ lingkungan pasti berbeda. Misalnya perbedaan pondasi antara masyarakat yang atheis dengan masyarakat yang agamis. Karenanya penting untuk kita menanamkan akidah yang kuat sebagai pondasi dalam kehidupan kita dan anak-anak kita sebagai benteng dari ancaman-ancaman penyimpangan pemahaman dari luar.
Seorang murobbi yang berhasil adalah:
yang mahir, memiliki ilmu sesuai dengan tugasnya.
membaguskan metode pengajarannya
cinta dengan apa yang dilakukannya dan anak didiknya
membekali anak didiknya dengan ilmu yang bermanfaat
menerapkan akhlak yang baik, dengan menjauhkan anak didiknya dari hal-hal yang buruk.
Dia bisa menjadi pendidik, pengajar sekaligus pengasuh dalam waktu bersamaan.
Faedah Kajian Ustaz Mu’tasim, Lc., M.A. hafizahullah
