Wasiat Salaf kepada Pemuda (Bagian ke-6)


Di antara yang diwasiatkan para salaf kepada para pemuda adalah riwayat yang berasal dari 'Uqbah bin Abi Hakim, beliau berkata, 

"Kami pernah duduk di majelis 'Aun bin 'Abdillah, lalu beliau berkata kepada kami: "Wahai para pemuda, Sungguh kami telah melihat usia muda telah wafat. Apa yg bisa dinanti apabila panen telah sampai ke penggilingannya." Sembari beliau mengusap janggutnya.

(Dikeluarkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dalam Kitabnya al-'Umru wa as Syaibu (no.42)

Maksud beliau rahimahullah adalah apabila seseorang sudah mencapai masa muda maka siap-siap waktunya untuk bisa dipanen, karena suatu tanaman jika sudah memasuki usia tertentu maka akan datang pula waktu panennya, terlebih bagi yang sudah tua karena mendekati kematian.

 Hikmah yang bisa kita ambil yakni:

๐ŸƒHendaknya para pemuda jangan tertipu ketika melihat orang yang diberi usia panjang, karena kebanyakan orang akan terpedaya ketika melihat orang yang usianya hidup sampai tua. Sehingga melalaikan dari beribadah kepada Allah, menunda-nunda amal kebaikan yang harusnya dikerjakan saat itu juga.

"Apabila kamu berada di waktu sore, janganlah menunggu waktu pagi. Dan apabila kamu berada diwaktu pagi, janganlah menunggu waktu sore."

(Dikeluarkan oleh Al-Bukhori (6416)

๐ŸƒMasa muda tidak ada jaminan hidup sampai usia panjang. Berapa banyak kita perhatikan dan dapati yang banyak meninggal adalah di fase usia muda atau anak-anak.

Oleh karena itu, mari kita persiapkan diri untuk kematian yang datangnya tiba-tiba tanpa harus menunggu tua.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Ansar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya,

‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’

Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya’.

Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’

Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’

(HR Ibnu Majah, no. 4.259. Hadits hasan. Lihat Ash Shahihah, no. 1.384)

✍๐Ÿป Faedah Kajian Ustaz Abu Muhammad Hafizahullah

Cara Nabi Menyikapi Sahabat yang Bersalah (part 2)



Pernahkah Momsi membaca atau mendengar kisah seorang sahabat muda yang baru saja masuk islam, lalu meminta izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk berzina? Lalu apa jawaban Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?

Simak kisah-kisah menarik berikut beserta hikmahnya. Lihatlah bagaimana Rasulullah begitu cerdas dalam bermuamalah dengan para sahabatnya radhiyallahu 'anhum yang melakukan kesalahan.


๐Ÿ“ป Saat pemuda tersebut meminta izin untuk berzina, maka Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam membalikkan pertanyaan: "Bagaimana jika ini terjadi pada ibumu atau saudara perempuanmu?" Mendengar itu, pemuda tadi enggan melanjutkan keinginannya.


Bahwasanya seorang murabbi (pendidik) seyogyanya memberikan pemahaman bahwa yang dilakukan anak didiknya itu salah. Bisa dengan dialog atau perumpamaan seperti di atas. Metode ini sangat baik karena anak didik tidak terkesan digurui, tapi mengajaknya berpikir dan menyimpulkan sendiri bahwa yang dia lakukan itu salah.


๐Ÿ“ป Dalam kisah yang lain, ada seorang sahabat bernama Khowab Ibnu Zubair yang mendatangi sekumpulan wanita dan mencoba duduk di antara mereka. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihatnya dan mengingatkannya agar segera pergi. Beliau berkata, "Ya, Aba 'Abdillah.." Kemudian Khowab merasa bersalah, namun beralasan kalau ia datang ke sana untuk mencari untanya yang sedang lari. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tahu bahwa alasannya ini dusta, kemudian beliau berpaling.


๐Ÿชป Bahwasanya seorang pendidik harus memiliki wibawa di depan anak didiknya, sehingga anak didik malu atau sungkan seandainya melakukan kesalahan.


๐Ÿชป Memulai peringatan dengan pertanyaan yang singkat, tidak dengan cacian atau penjelasan yang lama.


๐Ÿชป Tidak perlu berdebat dengan alasan (uzur) yang dibuat-buat. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam langsung berpaling saat tahu sahabatnya Khowab memberikan alasan palsu atas kesalahannya.


๐Ÿชป Seorang murabbi yang baik adalah yang menjadikan anak didik yang bersalah itu malu atas kesalahannya, bukan dengan mempermalukannya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memilih meninggalkan Khowab tanpa menjelekkan kesalahannya di depan banyak orang.


๐Ÿชป Merubah sikap dari orang yang melakukan kesalahan cukup dengan menampakkannya tidak mengungkit-ungkit kembali. Jika anak didik sudah mengakui kesalahannya, maka itu sudah cukup. Tak perlu ditambahi dengan menjelaskan kesalahan-kesalahannya.


๐Ÿชป Qudwah/ contoh sikap seorang murabbi yang baik mempunyai pengaruh besar di depan anak-anak didiknya, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu semisal wibawa guru kurang dsb.


✒️ Faedah Kajian Ustaz Mu'tasim, Lc, MA ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

Cara Nabi Menyikapi Sahabat yang Bersalah (part 1)



 “Sabar, sabar, sabar…”

Satu kata yang seringkali kita ucapkan saat orang terdekat berbuat salah. Bukan begitu, Momsi? Walaupun masih ada rasa dongkol di dalam hati, kita berusaha untuk terus memaafkan dan menasehati.

Tapi ternyata adakalanya, lo, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyikapi kesalahan yang terjadi dengan sikap selain yang disebut tadi. Sikap-sikap tersebut antara lain :


๐ŸŒผ celaan kepada orang yang melakukan kesalahan dengan jelas

๐ŸŒผ mendiamkan/ menjauhkan diri dari orang yang melakukan kesalahan

๐ŸŒผ berpaling dari orang yang melakukan kesalahan

๐ŸŒผ tidak mau melihat/ mendekat pada orang yang melakukan kesalahan

๐ŸŒผ menjumpai dan menegur orang yang melakukan kesalahan dengan mengingatkannya

๐ŸŒผ terus terang menyebutkan kesalahan pada orang yang melakukannya


✒️ Faedah Kajian Ustaz Mu'tasim, Lc, MA hafizahullah

Istri Idaman Suami

 


๐Ÿ“ฑ Media sosial yang semakin bebas dan terbuka memberikan dampak yang begitu besar bagi kehidupan manusia, tak terkecuali kehidupan rumah tangga. Ada keharmonisan, ada pula perceraian. Perselingkuhan seolah jadi berita paling tren. Miris, kan, Momsi?


 ☀️ Alhamdulillah Islam mengajarkan syariat yang lengkap tentang bagaimana menjadi istri idaman suami. Istri yang bisa memenangkan hati suami di tengah fitnah sana sini ^^ Coba, Kira-kira mana saja yang sudah Momsi lakukan?


๐ŸŒน Selalu tersenyum dan tidak bermuka masam di hadapan suami

๐ŸŒน Berhias dan mempercantik diri di hadapan suami

๐ŸŒน Berkata lemah lembut kepada suami

๐ŸŒน Menjadi wanita yang bertakwa

๐ŸŒน Meluangkan waktu untuk bercengkrama bersama suami

๐ŸŒน Membaca Al-Qur'an dan berzikir di rumah

๐ŸŒน Merutinkan salat tahajud

๐ŸŒน Selalu berdoa

๐ŸŒน Menjaga kebersihan rumah


✒Faedah kajian Ustaz Argo Abu Zahro ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡

Empat Prinsip Hak Anak

 


๐Ÿ’› Kita semua sepakat bahwa anak adalah amanah dari Allah subhanahu wa ta'ala,  yang harus kita jaga dan didik dengan sebaik-baiknya. Namun ada sebagian orang tua yang mencukupkan diri menjalankan kewajibannya hanya dari segi sandang, pangan dan papan. 


๐Ÿ”ต Yang ketika anaknya sudah kenyang, maka legalah. Saat SPP sekolah anak terbayar, maka selesailah. Atau ketika anaknya ingin baju baru di Hari Raya dan kita sudah membelikannya, maka tunailah. Benarkah demikian, Momsi?


๐Ÿ“ Berikut 4 PRINSIP HAK ANAK yang semestinya orang tua penuhi:


๐Ÿ”ธ Prinsip keberlangsungan hidup

      Anak berhak mendapat jaminan untuk hidup, kelangsungan hidup, dan tumbuh kembangnya. Kebutuhan ini mencakup sandang, pangan dan papan serta kebutuhan dasar anak lainnya seperti pendidikan. Rumah dan sekolah diharapkan bisa menjadi tempat yang bersahabat sehingga anak merasa nyaman dan aman dalam belajar, bermain dan sebagainya. 

 

๐Ÿ”น Prinsip non diskriminasi. 

       Anak berhak mendapat perlakuan yang sama dari orangtuanya, tanpa ada kecenderungan subjektif seperti lebih pintar, lebih cantik/ tampan, lebih penurut dan sebagainya. Kaedah reward dan punishment boleh saja diberikan, namun orangtua harus tetap proporsional sehingga tidak menimbulkan kecemburuan dan konflik baru.


๐Ÿ”ธ Prinsip kepentingan terbaik untuk anak

      Semua tindakan menyangkut anak yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, badan legislatif, dan badan yudikatif, maka kepentingan yang terbaik bagi anak harus menjadi pertimbangan utama. Segala sesuatu terkait anak diusahakan harus sesuatu yang baik untuk kelangsungan hidup anak.


๐Ÿ”น Prinsip penghargaan terhadap pendapat anak

      Anak memiliki hak untuk berpartisipasi dan menyatakan pendapatnya dalam pengambilan keputusan, terutama jika menyangkut hal-hal yang mempengaruhi kehidupannya. Orang tua bertugas memberi kebebasan serta bimbingan kepada anak dalam rangka mengembangkan kreativitas dan intelektualitasnya (daya nalar) sesuai dengan tingkat usia anak. 


✒️Faedah kajian Ustazah Diah Haryanti, S. Pd ุญูุธู‡ุง ุงู„ู„ู‡

Bagaimana Mengendalikan Marah pada Anak


 

Depresi pada anak terjadi karena pola pengasuhan orang tua yang kurang tepat. Biasanya pola asuh ini biasa diterapkan oleh orang tua yang mengalami depresi juga. Orang tua dengan pola asuh seperti ini sering memberikan respon, perhatian, serta perilaku yang buruk terhadap anak meskipun dalam hati orang tua tdak menginginkan hal tersebut namun semua itu terjadi secara spontan. Oleh karena itu, kekerasan pada anak itu tidaklah dibenarkan karena hal itu akan menjadikan anak menjadi kurang percaya diri. 


Dampak depresi pada anak

Jangka pendek : anak hanya akan menjadi miniatur orang tua

Jangka panjang : anak menjadi orang yang tertutup, dan tidak percaya diri


Tanda-tanda depresi pada anak : 


1. Secara fisik : 

Anak-anak akan mudah pusing

Banyak murung dan pendiam

Mengalami sakit yang tidak diketahui penyebabnya

Sesak nafas

Lelah setiap saat 

Mengalami nyeri pada tubuhnya

Rasa tidak nyaman didalam perutnya

Aktivitas diluar menjadi terganggu

Terapi yang dilakukan : 

hendaknya sering meminta maaf kepada anak sebelum tidur, dan memberikan sounding sebelum tidur maka hal tersebut akan bisa membasuh luka pengasuhan kepada anak. 


2. Secara mental: 

Sangat susah terlihat, namun kita bisa melakukan pengamatan pada anak kita dengan mengamati ekspresi anak yang terlihat

Selalu dibebani rasa bersalah

Sulit untuk berkonsentrasi dan sangat sulit untuk mengambil keputusan 

Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri secara fisik


3. Secara perilaku:

Anak-anak akan mudah sedih, marah, sensitif secara berkelanjutan, terkadang yang biasanya ia anak pendiam menjadi anak yang usil. 

Mudah menangis

Tidak memiliki motivasi dalam belajar

Menutup diri dari lingkungannya

Apatis terhadap lingkungannya

Cemas dan khawatir yang berlebihan

Maka dari itu, penting sekali seorang belajar untuk bisa mengendalikan amarahnya dengan mengenal teknik S. T. O. P. 


Ustazah Ummu Yumna

Ahad, 5 Maret 2023

Kecerdasan Anak


 “Anakku kok belajarnya susah, ya? Hafalan Al Qur'an juga masih sedikit. Gak kayak Fulanah yang pintar di sekolah”. 

Pasti pernah mendengar kalimat di atas, bukan? Sering. Anak yang tidak bisa menghitung angka-angka di pelajaran matematika dicap kurang pintar, anak yang susah menghafal kosakata bahasa asing juga dinilai tak pandai. Biasanya yang dijadikan standar umum kecerdasan anak adalah dari kesuksesannya meraih nilai tinggi di sekolah. 

Benarkah demikian? Apa sih yang dimaksud dengan kecerdasan?

Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau melakukan/ menghasilkan sesuatu yang baru dan ada nilainya dalam kehidupan sehari-hari (berbudaya). (Gardner, 1983)

Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Jangan menganggap kekurangan anak di suatu bidang membuat kita melabeli anak tidak pintar. Hendaknya orang tua menjadi fasilitator yang bisa memberikan stimulus yang tepat untuk anak.

Bagaimana caranya memberi stimulus yang tepat pada anak?

Yaitu dengan memepelajari kecerdasan jamak dan mengindentifikasi kecerdasan bawaan anak. Hendaknya kita fokus pada kecerdasan bawaan anak.

Berikut beberapa contoh tokoh-tokoh terkenal dengan kecerdasan jamak masing-masing.


Kecerdasan linguistik:

1. Ir. Soekarno, mantan presiden RI yang pertama, memiliki kemampuan berpidato.

2.K.H. Zainuddin, MZ

3. Chairil Anwar, penyair dan sastrawan, kecerdasan bahasa tulis.


Kecerdasan logika-matematika:

1. B.J Habibie, mantan presiden RI yang ketiga, merupakan perancang pesawat terbang yang handal di Indonesia dan internasional.

2. Roy Suryo, ahli teknologi informasi dan komunikasi.

3. Dr. Rezak Matag, ilmuwan Indonesia penemu planet beroksigen.


Kecerdasan visual spasial:

1. Affandi, pelukis terkenal Indonesia

2. Pratiwi Sudarmono, astronot Indonesia

3. Utut Ardiansyah, Master Catur Indonesia

4. Ir. Sutami, perancang jembatan Semanggi Jakarta

5. Ir. Silaban, perancang Masjid Istiqlal Jakarta


Kecerdasan kinestetik tubuh:

1. Rudi Hartono, pemain dan juara bulu tangkis internasional

2. Seno Ajigumira, pantomim dan dosen Institut Kesenian Jakarta


Kecerdasan naturalis:

1. Prof. Hembing, ahli dalam tumbuh-tumbuhan & pengobatan herbal

2. Dr. Emil Salim, pecinta lingkungan

3. Harini Bambang Wahono, ahli daur ulang sampah/ limbah, dan penggagas penghijauan kota


Kecerdasan spiritual: 

1. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam

2. Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia

3. H. Agus Salim, K.H. Wahid Hasyim, tokoh-tokoh nasional Indonesia 


Ustazah Diah Haryanti, S.Pd.

Pendidikan Anak, Siapa yang Bertanggungjawab?


        Memiliki anak saleh menjadi kebahagiaan bagi kedua orang tua, tak hanya di dunia bahkan akan terasa manis sampai di akhirat kelak. Allah ta’alaa berfirman:

ุฃُูˆู„َٰุฆِูƒَ ู„َู‡ُู…ْ ู†َุตِูŠุจٌ ู…ِّู…َّุง ูƒَุณَุจُูˆุง  ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ุณَุฑِูŠุนُ ุงู„ْุญِุณَุงุจِ

Mereka itulah yang memperoleh ganjaran dari apa yang telah mereka usahakan, dan Allah Maha Cepat perhitungan-Nya. (QS. Al-Baqarah: 202)

Mendidik anak adalah bagian dari usaha orang tua

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ุฅِุฐَุง ู…َุงุชَ ุงู„ْุฅِู†ْุณَุงู†ُ ุงู†ْู‚َุทَุนَ ุนَู†ْู‡ُ ุนَู…َู„ُู‡ُ ุฅِู„َّุง ู…ِู†ْ ุซَู„َุงุซَุฉٍ ุฅِู„َّุง ู…ِู†ْ ุตَุฏَู‚َุฉٍ ุฌَุงุฑِูŠَุฉٍ ุฃَูˆْ ุนِู„ْู…ٍ ูŠُู†ْุชَูَุนُ ุจِู‡ِ ุฃَูˆْ ูˆَู„َุฏٍ ุตَุงู„ِุญٍ ูŠَุฏْุนُูˆ ู„َู‡ُ

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim: 1631).

        Maka memiliki anak shalih merupakan cita-cita para orang tua. Lalu pendidikan seperti apa yang seharusnya ditempuh, kemana arah tujuan pendidikan anak agar tercetak generasi shalih yang senantiasa mendoakan kedua orangtua?


        Sebelum jauh berkecimpung dalam dunia pendidikan anak, kedua orang tua (suami dan istri) harus sadar bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya dilimpahkan pada salah satu belah pihak saja, sebagaimana firman Allah pada surat At Tahrim ayat 6 di atas. Di ayat lain Allah ta'ala berfirman:

ุฐُุฑِّูŠَّุฉً ุจَุนْุถُู‡َุง ู…ِู†ْ ุจَุนْุถٍ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุณَู…ِูŠุนٌ ุนَู„ِูŠู…ٌ

“Keturunan itu sebagiannya merupakan (turunan) dari yang lain.” (Ali Imran: 34).


Ketika kedua orang tuanya baik, terus belajar, dan membenahi diri maka insya Allah akan mencetak anak yang baik pula. Selayaknya suami istri saling *bekerja sama* untuk mencapai tujuan pendidikan, karena kelak kedua orang tua akan dimintai pertanggungjawabannya. 



๐Ÿ“ท Desain by: Syifa Ummu Humayra

๐Ÿ“ŒReferensi: konsultasisyariah.com muslim.or.id

Gambaran Permasalahan Psikologis pada Anak

 

    Sebagian kita mungkin mengira bahwa hanya orang dewasa saja yang mengalami permasalahan psikis, namun realitanya banyak gangguan yang tidak kita sadari sedang dialami oleh anak. Yang memiliki perilaku menentang misalnya. Ada anak yang usilnya bukan main ke teman-temannya, baginya ini sebuah kepuasan dan hal yang biasa. Bahkan bagi sebagian orangtua, anak ini  dianggap “nakal” saja, hanya hal yang lumrah terjadi di masa kanak-kanak dan tak perlu dibesar-besarkan. Namun dalam ilmu psikologi, kasus seperti ini masuk dalam masalah psikis,  tentunya perlu penanganan lebih dalam dan berkelanjutan. 


Penyebab Permasalahan Psikologis pada Anak

Yakni adanya ketimpangan pendampingan saat tumbuh kembang anak. Pasangan suami istri seyogyanya saling bekerjasama dalam mendidik anak, namun tidak sedikit kita jumpai kealpaan peran Ayah di sini, padahal kehadiran Ayah dalam keluarga sangat berpengaruh pada tumbuh kembang dan kecerdasan anak.


Deteksi Dini Permasalahan Psikologis pada Anak

Apa sih pentingnya kita tahu anak kita bermasalah psikisnya atau tidak?

  • Mengetahui lebih dini hambatan tumbuh kembang pada anak

Lebih awal terdeteksi, lebih mudah penanganannya. Kebanyakan realita yang ada justru orang tua mendapati anak keadaan yang sudah terlanjur parah, dan tentunya kalau sudah di fase ini membutuhkan penanganan ekstra. 

  • Menentukan penanganan yang tepat yang sesuai dengan kondisi anak.

Sebagaimana obat, maka untuk menangani masalah psikis pun butuh dosis yang tepat, tidak boleh kurang atau berlebih. Karenanya berkonsultasi dengan psikolog sangat dianjurkan untuk pengarahan sesuai permasalahan.

  • Pembentukan lingkungan yang mendukung perubahan pada anak

Lingkungan yang suportif dan kondusif terutama keluarga sangat berpengaruh pada perbaikan tumbuh kembang anak. Karenanya kesadaran dan kepedulian antar anggota perlu diajarkan dan dibiasakan demi pemulihan psikis anak.


Gangguan Tumbuh Kembang pada Anak

  • Gangguan Perkembangan Pervasif

Yakni ketidakmampuan yang nyata pada berbagai area perkembangan. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi diduga karena abnormalitas otak (kerusakan genetik atau janin yang terpapar racun)

Berikut gangguan psikis yang masuk dalam poin ini:

  1. Asperger : Interaksi sosial dan perilaku stereotip yang buruk tetapi tanpa defisit yang signifikan pada bahasa atau kognitif seperti pada autisme.

  2. Autisme : Defisit utama dalam berhubungan dengan orang lain, ketidakmampuan bahasa dan fungsi kognitif, rentang aktifitas dan minat terbatas.

  • Retardasi Mental

Yakni keterlambatan yang meluas dalam perkembangan kognisi dan fungsi sosial. Diagnosis berdasarkan Skala IQ yang rendah dan fungsi adaptasi yang buruk. Beberapa penyebabnya adalah:

  1. Abnormalitas kromosom seperti Down Syndrome

  2. Abnormalitas genetik seperti Sindrom Fragile X

  3. Infeksi janin/penyalahgunaan obat pada ibu hamil

  • Gangguan Belajar

Yakni defisiensi pada kemampuan belajar spesifik dalam konteks, setidaknya intelegensi anak rata-rata dan masih memiliki kesempatan belajar.

  1. Gangguan Matematika

  2. Gangguan Menulis

  3. Gangguan Membaca (Disleksia)

Faktor penyebabnya belum jelas, namun pada anak disleksia kemungkinan karena genetik dan abnormalitas otak dalam memproses informasi visual dan auditori. 

  • Gangguan Komunikasi

  • Gangguan Pemusatan Perhatian dan Perilaku Bermasalah

Jenis gangguannya sebagai berikut:

  1. Gangguan Tingkah Laku

  2. Gangguan Tingkah laku menentang

  3. Gangguan ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder)

Penyebabnya:

  • Faktor keluarga (konflik ortu-anak, konflik perkawinan yang negatif, interaksi orangtua anak yang penuh dengan paksaan).

  • Pengasuhan yang buruk (kurangnya reinforcement untuk perilaku yang tepat).

  • Khusus anak dengan gangguan ADHD, kemungkinan faktor genetis dan abnormal otak.

  • Kecemasan dan Depresi

Yaitu gangguan emosi yang mempengaruhi anak-anak dan remaja. Penyebabnya adalah:

  1. Faktor kognitif. Anak dengan gangguan ini memiliki pola pikir disfungsional, terlihat pada anak yang depresi dan cemas seperti halnya orang dewasa.

  2. Kejadian yang menimbulkan stres, masalah konflik keluarga dan kurangnya dukungan sosial.

  3. Faktor genetik terutama pada depresi.

  • Gangguan Eliminasi

  1. Enuresis (kurang kontrol terhadap BAK), sering terjadi di malam hari.

  2. Enkopresis (kurang kontrol terhadap BAB), sering terjadi di siang hari.



    Ahad, 19 Maret 2023
    ๐ŸŽ™️ Ustazah Diah Haryanti, S. Pd.

SYUKUR DAN BERBAIK SANGKA

Kehadiran anak merupakan anugerah dari Allah yang dinanti-nanti oleh pasangan suami istri. Anak bisa menjadi qurrota a'yun bagi orangtuanya, sebagaimana Allah menuangkan hal tersebut dalam ayat Al-Qur’an:

‎ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆู†َ ุฑَุจَّู†َุง ู‡َุจْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง ู‚ُุฑَّุฉَ ุฃَุนْูŠُู†ٍ ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†َุง ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ ุฅِู…َุงู…ًุง

Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan anak-cucu kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Furqan: 74)

Untuk mencetak generasi qurrota a'yun yang saleh, seyogyanya orang tua memiliki dua sikap dasar: rasa syukur dan berbaik sangka.

Bersyukur karena diberi kesempatan oleh Allah diberi titipan amanah, sehingga mencoba berusaha sebaik mungkin mendidik amanah tersebut dengan mengajarkan ilmu-ilmu syar'i. Anak-anak yang saleh mampu membawa kebaikan untuk keluarganya. Hilangnya rasa syukur karena telah diberikan amanah oleh Allah akan mengakibatkan orang tua lalai mendidik anak untuk beriman kepada Allah.

Berbaik sangka kepada Allah karena memberikan keturunan yang kadang merasa tak sesuai dengan ekspektasi orang tua. Anak membawa fitrah uniknya masing-masing, dengan ketidaksempurnaan yang melekat erat pada dirinya. Dengan menerima segala fitrah yang dibawa anak, maka orang tua akan selalu merasa anak mereka adalah anak-anak yang luar biasa, yang bisa membawa langkah orang tua lebih mudah menuju surganya Allah.

Wahai orang tua tercinta, mulai sekarang marilah kita melihat kembali wajah-wajah anak-anak kita, datangkan kembali rasa syukur dan berbaik sangka karena memiliki mereka, mereka adalah generasi-generasi yang Allah pilih untuk menemani orang tua berjuang di jalan Allah.


Semoga Allah jadikan anak-anak kita generasi qurrota a'yun yang saleh dan salehah. Aamiin.
Barakallahu fiikunna.


Faedah kajian Ustazah Eva Syarifah hafizahallah

KELAHIRAN ANAK

Ummahat wa akhawati fillah yang dirahmati Allah, kelahiran anak merupakan momen menggembirakan yang paling ditunggu-tunggu.

Terkadang saking gembiranya, para orang tua melupakan beberapa poin penting yang sebaiknya langsung dilakukan setelah anaknya lahir. Di bawah ini kami sampaikan 5 hal penting yang harus dilakukan orang tua ketika anak lahir:

1. Bersyukur
Memiliki anak adalah karunia besar yang diberikan Allah kepada kita. Kita tahu betapa banyak pasangan di luar sana yang belum dikaruniai anak atau berharap diberi anak ke-2 dan ke-3. Jangan lupa untuk memuji Allah pertama kali setelah anak lahir.

2. Memberi kabar

Kelahiran merupakan berita yang menggembirakan. Tidak ada salahnya kita memberitahukan berita kelahiran anak kepada tetangga maupun saudara2 jauh. Hal ini justru dianjurkan karena juga akan membawa suka cita pada mereka.

3. Mentahnik anak

Mentahnik bayi yang baru lahir adalah sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang bertujuan agar bayi gemuk dan sehat. Cara mentahnik bayi adalah dengan mengoleskan buah kurma yang sudah dilumatkan (sampai benar-benar halus) di langit-langit mulut bayi.

4. Mendoakan anak

Jangan pernah lupa untuk mendoakan anak karena salah satu doa yang tidak diragukan lagi dijabahnya adalah da'watul walid atau doa dari orang tua kepada anak-anak mereka.

5. Memberi nama anak
Kita diperintahkan untuk memilihkan nama-nama yang baik untuk anak karena nama adalah doa. Maka dari itu terkadang nama akan berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Dua nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman. Hendaknya orang tua menjelaskan kepada anaknya arti nama mereka dan harapan orang tua terhadap nama anak tersebut.

Faedah kajian Ustaz Argo Abu Zahra hafizahullah