PERAN LOVE LANGUAGE DALAM KELUARGA
Hukum Menikah Dengan Wanita yang Masih Dalam Masa Iddah
Gizi Seimbang
Prinsip gizi seimbang memiliki 4 pilar utama:
Mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam.
Contoh menu makan orang dewasa: makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayuran dan buah.
Contoh menu makan MPASI: makanan pokok, lauk hewani, lemak, sayur dan buah. Prinsip MPASI: Tepat waktu (dimulai usia 6 bulan), Memperhatikan kebersihan, Diberikan terjadwal dan menyenangkan, Cukup kandungan gizi:
Bayi usia 6-8 bulan: kebutuhan Asi 70% ,MPASI 30%
Bayi usia 9-11 bulan: kebutuhan Asi 50%,MPASI 50%
Bayi usia 12-23 bulan: kebutuhan Asi 30%,MP Asi 70%
Anak usia 2-5 tahun: Cukup kandungan gizi, Memperhatikan kebersihan, Cukup cairan 5-7 gelas perhari, 3-4 kali makan utama, 1-2 kali makan selingan.
Makan Ibu hamil: Jenis makanan perlu bervariasi, termasuk kaya protein hewani, Porsi makan lebih banyak, dikonsumsi sedikit tapi sering, Konsumsi tablet tambah darah, Air putih 8-12 gelas perhari untuk mencegah dehidrasi dan melancarkan pencernaan
Makan Ibu Menyusui: Air putih 14 gelas perhari, Porsi makan lebih banyak dan bervariasi, termurah lauk bersumber protein hewani, Batasi konsumsi gula garam, lemak, kopi dan teh.
Menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kalau nafsu makan turun biasanya ada infeksi, sebaiknya dicegah dengan sering mencuci tangan dan menutup makanan.
Pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga. Untuk menyeimbangkan zat gizi aktif, banyak gerak agar tidak menjadi cadangan lemak dan menambah berat badan.
Menjaga berat badan ideal. Perhatikan apakah sudah baik gizi yang masuk dan keluar dari tubuh. Untuk anak-anak bisa dipantau dengan mengikuti posyandu maksimal usia 5 tahun.
PESAN UMUM GIZI SEIMBANG
Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan. Di Indonesia makanan berbagai ragam seperti ubi, kentang dll.
Perbanyak makan sayuran dan cukup buah-buahan. 1 hari 1-2 gelas sayur, setengahnya untuk porsi buahnya.
Biasakan mengkonsumsi aneka lauk pauk yang mengandung protein tinggi. Yang hewani lebih mudah diserap, kalau nabati berlemak.
Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok, seperti ayam, telur, dan makanan lain yang mengandung zat besi.
Batasi konsumsi pangan manis, asin, dan berlemak. Kadar gula untuk orang dewasa 50 gr/ hari (4 sdm), garam 1 sdt, dan minyak 5 sdm.
Biasakan sarapan. Jangan dilewatkan, kalau sarapannya telat jadi kurang baik.
Minum air putih yang cukup, yakni 8 gelas perhari, khusus ibu hamil 16 gelas perhari.
Biasakan membaca label pada kemasan pangan.
Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal.
Faedah dari Ustazah Revi Fitriana Putri P., S.Gz.
Tanggung Jawab Para Wanita dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Tanggung jawab para wanita dalam urusan amar ma'ruf nahi munkar, karya Prof Dr. Fadl Ilahi
Secara umum, amar ma'ruf nahi munkar merupakan keistimewaan dari umat ini, sebagaimana Allah sebutkan dalam Al-Qur'an Ali Imran ayat 110.
ُููุชُู ْ ุฎَْูุฑَ ุฃُู َّุฉٍ ุฃُุฎْุฑِุฌَุชْ َِّูููุงุณِ ุชَุฃْู ُุฑَُูู ุจِูฑْูู َุนْุฑُِูู َูุชَََْْูููู ุนَِู ูฑْูู َُููุฑِ َูุชُุคْู َُِููู ุจِูฑَِّููู ۗ ََْููู ุกَุงู ََู ุฃَُْูู ูฑِْููุชَٰุจِ ََููุงَู ุฎَْูุฑًุง َُّููู ۚ ู ُِّْููู ُ ูฑْูู ُุคْู َُِููู َูุฃَْูุซَุฑُُูู ُ ูฑَْٰููุณَُِููู
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Allah menguji generasi terbaik umat ini yaitu para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum yang hidup pada masanya. Ciri-ciri umat terbaik yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah:
berbuat ma'ruf
mencegah kemunkaran
beriman kepada Allah (landasan dan pondasi terpenting)
Kemudian Allah juga mengatakan "Andai ahlul kitab (orang yahudi/ nasrani) mereka mau beriman, sungguh keimanan mereka lebih baik buat mereka semua." Di antara orang Yahudi yang beriman adalah Abdullah bin salam.
Ciri umat terbaik adalah amal ma'ruf nahi mungkar, lantas bagaimana kalau tidak mau nahi munkar seperti ahlul kitab?
Allah mengatakan "Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat dengan lisan nabi Daud dan Nabi Isa Ibnu Maryam ‘alahimassalam." Mereka dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh para nabi yang diutus kepada mereka.
Nabi Daud yang diberi keistimewaan kitab Zabur, dan nabi Isa Ibnu Maryam yang diberi kitab Injil, keduanya ‘alahimassalam diutus khusus untuk Bani Israil dan tidak untuk seluruh umat manusia.
Kenapa mereka dilaknat? karena mereka berbuat maksiat, berbuat durhaka, dan melampaui batas atau menzalimi orang lain serta menebarkan permusuhan. Mereka juga mendapatkan laknat seperti pada surat Al-Madinah ayat 79:
َูุงُููุง۟ َูุง َูุชََูุงََْููู ุนَู ู َُّููุฑٍ َูุนَُُููู ۚ َูุจِุฆْุณَ ู َุง َูุงُููุง۟ َْููุนََُููู
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu
Allah mengatakan, "Mereka tidak mau melakukan nahi munkar. Sungguh sangat buruk yang mereka kerjakan, dan engkau akan melihat, wahai Muhammad, kebanyakan mereka itu berwala’ (memberikan loyalitasnya) kepada orang orang kafir. Sungguh sangat buruk apa yang telah mereka kerjakan untuk dirinya sendiri. Bagi mereka adalah kemurkaan Allah dan azab Allah. Kelak mereka kekal di dalam neraka.
Tugas amar ma'ruf nahi munkar tugas siapa? Beberapa orang berpendapat untuk laki-laki dan perempuan karena dalilnya bersifat umum, sebagaimana dalil perintah puasa:
Allah Ta’ala berfirman,
َٰูุٓฃََُّููุง ูฑَّูุฐَِูู ุกَุงู َُููุง۟ ُูุชِุจَ ุนََُْูููู ُ ูฑูุตَِّูุงู ُ َูู َุง ُูุชِุจَ ุนََูู ูฑَّูุฐَِูู ู ِู َูุจُِْููู ْ َูุนََُّููู ْ ุชَุชََُّููู
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
Kata “kum” (kalian) menggunakan kata ganti laki-laki, padahal perintah berpuasa untuk semua umat muslim. Berdasarkan hal ini, disimpulkan bahwasanya amar ma'ruf nahi munkar adalah ciri kaum muslimin dan berlaku untuk semuanya, tidak terbatas untuk laki-laki saja.
Wasiat untuk Pemuda (part 15)
Wasiat dari Hafshah binti Sirin
Wahai para pemuda, perhatikan diri kalian saat di saat kalian masih muda. Ukirlah prestasi selagi masih muda. Sesungguhnya Demi Allah, saya tidak melihat suatu amal yang begitu besar kecuali di masa muda. Masa muda waktunya berjuang untuk memperbanyak amal dan meraih prestasi yang terbaik.
Syaikh Abdurrazzaq menyebutkan, masa muda adalah fase yang paling penting dalam beramal kebaikan. Yakni saat pemuda mendapatkan taufik untuk memanfaatkan waktu muda sebaik mungkin. Seperti yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan: masa muda sebelum datangnya masa tua. Kesempatan di masa muda tidak akan terulang kembali.
Penyesalan akan datang di waktu tua, jika masa muda dipakai untuk berleha-leha, mengikuti hawa nafsu dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting, apalagi diisi dengan perkara-perkara haram. Masa muda masa berleha-leha dan berfoya foya adalah pemikiran yang salah. Masa muda adalah waktunya mengukir prestasi saat badan masih kuat.
Kebiasaan-kebiasaan di masa muda yang menyenangkan, membuat bahagia, bisa jadi berubah menjadi azab bagi dirinya saat tua. Contoh: pemuda yang bangga merokok dan merasa keren saat merokok, padahal hal tersebut buruk untuk kesehatannya.
Oleh karena itu, para pemuda berada pada fase kritis yang dapat menentukan masa tua mereka. Perlu dinasehati untuk memanfaatkannya dengan baik karena ia tidak terulang kembali. Mari ingatkan anak-anak kita untuk berjihad melawan hawa nafsunya. Minta pertolongan dan taufik dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Nasihat Syaikh Abdurrazzaq untuk para pemuda:
1️⃣Jaga masa mudamu dengan sebaik mungkin dengan menghindari perbuatan yang merusak. Jangan lupa minta pertolongan kepada Allah agar dijaga dari keburukan. Bertawakkallah kepada Allah.
2️⃣Hendaklah kalan menjaga kewajiban-kewajiban dalam agama islam. Terutama shalat. Shalat sebagai benteng dari kejahatan, untuk mengamankan diri dari kebatilan.
3️⃣Dekatilah para ulama, karena mereka adalah orang-orang yang mulia. Dengarkan perkataan mereka. Cari ilmu yang bermanfaat dari mereka. Kalau perlu, mintalah nasehat untuk perkara-perkara penting bagi dirimu.
4️⃣Hendaklah engkau wujudkan kewajiban atasmu, yaitu taat pada pemimpin selama yang diperintahkan perkara yang ma’ruf.
5️⃣Hendaknya para pemuda melakukan amalan untuk menjaga diri dari gangguan setan, yakni dengan berzikir. Rutinkan membaca zikir pagi petang, keluar masuk rumah dan lain-lain dalam segala aktivitasnya.
6️⃣Milikilah rutinitas untuk membaca Al-Qur’an setiap hari, karena Al-Qur’an adalah tempat turunnya ketenangan bagi hati. Ia akan memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
7️⃣Hendaklah perbanyak doa kepada Allah agar Allah memberi petunjuk kepadamu.
8️⃣Hendaklah berteman dengan orang-orang yang baik. Jauhilah teman yang buruk.
9️⃣Hati hati dan waspada dengan gadget.
๐Hendaklah mengingat kematian dan akan diberdirikan untuk bertanggung jawab atas waktu mudamu.
Problematika Rumah Tangga: Sikap yang Diambil Saat Tersakiti
Kehidupan berumah tangga itu sarat ujian. Kita harus menyiapkan fisik dan mental yang sehat dan kuat agar bisa menghadapi berbagai rasa sakit, baik itu berupa cacian, hinaan, fitnah, dan sebagainya, yang datang dari lingkungan internal maupun eksternal.
Berikut tips-tips yang bisa dilakukan ketika tersakiti:
1. Boleh membalas orang yang menyakiti kita dengan balasan yang setimpal saat di dunia. Hal ini bertujuan agar orang yang menyakiti kita bisa merasakan hal yang sama. Akan tetapi, perlu dipertimbangkan kemaslahatannya karena dikhawatirkan kehilangan kontrol diri sehingga diperbudak hawa nafsu untuk berlebihan dalam membalas.
2. Tidak membalas orang yang menyakiti di dunia, tetapi menuntutnya di akhirat kelak. Mayoritas wanita mengambil sikap ini. Kita harus berhati-hati dalam hal ini. Orang yang dituntut di akhirat nanti akan menjadi orang yang bangkrut karena semua pahala amal ibadahnya akan diserahkan kepada orang-orang yang pernah disakiti untuk menutupi atau membalas dosa yang pernah dilakukan saat di dunia. Jika kezaliman yang dilakukan semakin besar, semua pahala amal ibadahnya akan terkikis habis sehingga dosa yang orang yang dizalimi akan ditransfer ke dia.
3. Tidak membalas di dunia dan tidak juga menuntut di akhirat. Sikap ini yang diambil oleh para salaf terdahulu. Mereka mau memaafkan, bersabar, dan berlapang dada terhadap kezaliman yang diterima. Memang tidak ada hijab atau penghalang antara doa orang yang terzalimi dengan Allah, namun para salaf memilih mendoakan hal yang baik terhadap mereka karena mereka yakin setiap kesabaran dan kelapangan dada akan menghasilkan kebaikan-kebaikan yang tak terduga dari Allah.
Berdasarkan pemaparan di atas, sikap bijaksana yang seharusnya dilakukan adalah membalas keburukan dengan kebaikan. Setiap kebaikan yang dilakukan akan membuka pintu kebaikan lainnya.
Memilih untuk memaafkan, bersabar, dan berlapang dada terhadap kezaliman juga menjadi jalan yang ditempuh. Selain itu, selalu koreksi dan introspeksi diri terhadap keburukan yang menimpa, karena sejatinya itu bentuk kasih sayang Allah untuk menggugurkan dosa-dosa yang pernah diperbuat.
Faedah Kajian Ustazah Ummu Ghifari hafizahallah