Tanggung jawab para wanita dalam urusan amar ma'ruf nahi munkar, karya Prof Dr. Fadl Ilahi
Secara umum, amar ma'ruf nahi munkar merupakan keistimewaan dari umat ini, sebagaimana Allah sebutkan dalam Al-Qur'an Ali Imran ayat 110.
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Allah menguji generasi terbaik umat ini yaitu para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum yang hidup pada masanya. Ciri-ciri umat terbaik yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah:
berbuat ma'ruf
mencegah kemunkaran
beriman kepada Allah (landasan dan pondasi terpenting)
Kemudian Allah juga mengatakan "Andai ahlul kitab (orang yahudi/ nasrani) mereka mau beriman, sungguh keimanan mereka lebih baik buat mereka semua." Di antara orang Yahudi yang beriman adalah Abdullah bin salam.
Ciri umat terbaik adalah amal ma'ruf nahi mungkar, lantas bagaimana kalau tidak mau nahi munkar seperti ahlul kitab?
Allah mengatakan "Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat dengan lisan nabi Daud dan Nabi Isa Ibnu Maryam ‘alahimassalam." Mereka dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh para nabi yang diutus kepada mereka.
Nabi Daud yang diberi keistimewaan kitab Zabur, dan nabi Isa Ibnu Maryam yang diberi kitab Injil, keduanya ‘alahimassalam diutus khusus untuk Bani Israil dan tidak untuk seluruh umat manusia.
Kenapa mereka dilaknat? karena mereka berbuat maksiat, berbuat durhaka, dan melampaui batas atau menzalimi orang lain serta menebarkan permusuhan. Mereka juga mendapatkan laknat seperti pada surat Al-Madinah ayat 79:
كَانُوا۟ لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu
Allah mengatakan, "Mereka tidak mau melakukan nahi munkar. Sungguh sangat buruk yang mereka kerjakan, dan engkau akan melihat, wahai Muhammad, kebanyakan mereka itu berwala’ (memberikan loyalitasnya) kepada orang orang kafir. Sungguh sangat buruk apa yang telah mereka kerjakan untuk dirinya sendiri. Bagi mereka adalah kemurkaan Allah dan azab Allah. Kelak mereka kekal di dalam neraka.
Tugas amar ma'ruf nahi munkar tugas siapa? Beberapa orang berpendapat untuk laki-laki dan perempuan karena dalilnya bersifat umum, sebagaimana dalil perintah puasa:
Allah Ta’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian puasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, mudah-mudahan kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).
Kata “kum” (kalian) menggunakan kata ganti laki-laki, padahal perintah berpuasa untuk semua umat muslim. Berdasarkan hal ini, disimpulkan bahwasanya amar ma'ruf nahi munkar adalah ciri kaum muslimin dan berlaku untuk semuanya, tidak terbatas untuk laki-laki saja.