Kewajiban - Kewajiban Seorang Pendidik


1. Memberikan salam, baik secara lisan dan sikap yang kita contohkan kepada anak-anak didik kita. Menebarkan kedamaian, benih-benih kecintaan diantara mereka. Karena kita ingin meniru apa yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kunci keberhasilan antar orang tua, guru dan anak didik yaitu pendekatan dengan doa. Dekatkan dengan memberikan kehangatan pada anak-anak didik, sebagaimana yang telah dicontohkan Nabi yaitu menebar salam.


2. Meminta pertolongan pada Allah. Menekankan kepada anak didik bahwa setiap akan melakukan sesuatu, hendaknya meminta pertolongan pada Allah. Karena hidup adalah ujian, yang pasti akan menemui kesulitan-kesulitan. Apapun yang dihadapi maka mintalah pertolongan pada Allah, karena manusia itu sangat lemah. Betapa pentingnya akidah dan tauhid pada diri manusia untuk selalu meminta pertolongan pada Allah, meskipun untuk hal-hal yang sepele.


3. Memperingatkan dari bahaya kesyirikan. Kesyirikan akan menjadikan seorang hamba menjadi orang-orang yang lemah, yang tidak menggantungkan diri kepada Allah. Kesyirikan bisa merusak watak manusia, sikap dan karakter seseorang. Cara menguatkan diri kita dan anak-anak didik kita adalah dengan menguatkan tauhid yang benar. Menghilangkan kesyirikan-kesyirikan yang ada dalam kehidupan manusia. Seperti halnya di dalam QS Luqman ayat 13 berikut ini:


وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ


“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”” (Luqman: 13).


Dari ayat di atas, bisa diambil hikmah bahwasanya orang tua/ pendidik sebaiknya membangun suasana yang baik dalam menasehati anak didiknya. Sehingga nasehat yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak didik kita.


4. Hendaknya mencoba mendekatkan hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Jika anak didiknya laki-laki, maka ajaklah ke masjid. Sampaikan bahwasanya masjid adalah tempat untuk shalat bagi laki-laki.


Hadits ini sahih, dari Sabrah bin Ma’bad al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ ، وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَاضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا


Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika telah berumur tujuh tahun. Dan apabila telah berumur 10 tahun belum shalat, maka pukullah ia. (HR. Abu Dawud)


Faedah Kajian Ustaz Mu'tasim hafizahullah