Wasiat untuk Pemuda (ke-14)

Dari Al-Hasan Al-Basri rahimahullah, beliau berkata: “Wahai para pemuda, jauhkanlah diri kalian dari tashwif (yakni menunda-nunda beribadah, semisal mengatakan saya akan melakukan ini, saya akan melakukan itu).”


Menunda-nunda ibadah adalah hal negatif yang bisa menghancurkan masa depan seorang pemuda. Bercita-cita boleh, tapi harus segera direalisasikan. Mindset kata akan itu biasanya nanti-nanti dikerjakan, akhirnya ditunda-tunda. Seringkali para pemuda berpikir untuk menunda-nunda beramal saleh, merasa bahwa waktunya masih panjang, sehingga masa mudanya terlewat begitu saja. 


Para ulama berkata tentang pentingnya waktu: “Bahwasanya hari-hari berkata kepada kita: Saya adalah hari yang baru. Manfaatkanlah, karena saya tidak akan datang kembali.” Saat menunda-nunda amal saleh, bisa jadi kematian sudah tiba lebih dulu sebelum usia yang ia rencanakan untuk amal saleh.


Bersegeralah sebelum datang 7 perkara:

  1. Kefakiran yang menjadikan orang lalai

  2. Kekayaan yang menjadikan orang lupa

  3. Sakit yang merusak

  4. Masa tua

  5. Datangnya kematian

  6. Datangnya fitnah Dajjal

  7. Datangnya hari kiamat


Aneh jika ada seseorang yang terus-menerus menunda kebaikan, berpanjang angan, dan hidup seenaknya, dengan mengatakan bahwa rahmat Allah itu luas. Betul memang jika dikatakan bahwa seseorang masuk surga disebabkan rahmat Allah. Namun, perlu diingat, bahwa rahmat Allah tidaklah diberikan kepada hamba-Nya kecuali bagi mereka yang mau beramal saleh. 


Faedah Kajian Ustaz Abu Muhammad hafizahullah