Syarat Pendidik yang Baik

Syarat-syarat menjadi pendidik yang baik:


  1. Mahir, memiliki ilmu sesuai dengan tugasnya. Orang tua maupun guru di sekolah hendaknya bersemangat mencari ilmu yang berkaitan dengan tugasnya semisal ilmu parenting atau ilmu mendidik anak yang sesuai dengan syariat.


  1. Memberikan teladan yang baik untuk anak didiknya, baik teladan perbuatan maupun perkataan. Termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan Rabbnya, keluarga dan masyarakat. Harapannya seorang pendidik terbiasa untuk  mencintai kebaikan bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Dengan begitu, jika anak didiknya bersalah maka ia lebih mudah memaafkan dengan sebab kasih sayang terhadap anak didiknya. Kalaupun memberi sanksi, maka sanksi yang diberikan bukan semata-mata karena emosi sesaat, tapi lebih pada kesadaran adanya kemaslahatan untuk anak didiknya. 

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” 

(HR. Bukhari, no. 13 dan Muslim, no. 45]

  1. Hendaknya seorang pendidik melakukan yang ia perintahkan pada anak didiknya, baik itu akhlak, adab dan dari ilmu-ilmu yang lainnya. Misal orang tua memerintahkan anak untuk menghafal Al-Qur’an, maka seyogyanya orang tua juga berupaya untuk menghafalnya meskipun tidak bisa banyak dan secepat anaknya. Jika saat ini belum bisa melakukannya, setidaknya ada niatan besar dari orang tua untuk ikut serta di kemudian hari. Oleh sebab itu, dibutuhkan pendidik yang berani menegur anak didiknya yang melanggar perintah. Seringkali pendidik merasa sungkan atau tidak berani karena merasa bahwa dirinya tidak jauh lebih baik dari anak didiknya.


  1. Seorang pendidik mesti meyakinkan dirinya bahwa tugas yang diemban memiliki  kesamaan dengan tugas para Nabi, sehingga dia merasa percaya diri dan bangga. Atau bisa juga memposisikan dirinya sebagai Bapak/ Ibu yang baik, yang mengarahkan anaknya dalam kebaikan dan penuh kesabaran. 


  1. Seyogyanya seorang pendidik mampu berbicara sesuai kemampuannya. Ia harus mencari cara supaya nasehatnya diterima. Kalaupun berkali-kali belum didengarkan, maka ia bersabar, tidak mudah putus asa dan senantiasa mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. 


Faedah Kajian Ustaz Mu’tasim, Lc, MA hafizahullah