Pernahkah Momsi membaca atau mendengar kisah seorang sahabat muda yang baru saja masuk islam, lalu meminta izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk berzina? Lalu apa jawaban Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?
Simak kisah-kisah menarik berikut beserta hikmahnya. Lihatlah bagaimana Rasulullah begitu cerdas dalam bermuamalah dengan para sahabatnya radhiyallahu 'anhum yang melakukan kesalahan.
📻 Saat pemuda tersebut meminta izin untuk berzina, maka Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam membalikkan pertanyaan: "Bagaimana jika ini terjadi pada ibumu atau saudara perempuanmu?" Mendengar itu, pemuda tadi enggan melanjutkan keinginannya.
Bahwasanya seorang murabbi (pendidik) seyogyanya memberikan pemahaman bahwa yang dilakukan anak didiknya itu salah. Bisa dengan dialog atau perumpamaan seperti di atas. Metode ini sangat baik karena anak didik tidak terkesan digurui, tapi mengajaknya berpikir dan menyimpulkan sendiri bahwa yang dia lakukan itu salah.
📻 Dalam kisah yang lain, ada seorang sahabat bernama Khowab Ibnu Zubair yang mendatangi sekumpulan wanita dan mencoba duduk di antara mereka. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihatnya dan mengingatkannya agar segera pergi. Beliau berkata, "Ya, Aba 'Abdillah.." Kemudian Khowab merasa bersalah, namun beralasan kalau ia datang ke sana untuk mencari untanya yang sedang lari. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tahu bahwa alasannya ini dusta, kemudian beliau berpaling.
🪻 Bahwasanya seorang pendidik harus memiliki wibawa di depan anak didiknya, sehingga anak didik malu atau sungkan seandainya melakukan kesalahan.
🪻 Memulai peringatan dengan pertanyaan yang singkat, tidak dengan cacian atau penjelasan yang lama.
🪻 Tidak perlu berdebat dengan alasan (uzur) yang dibuat-buat. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam langsung berpaling saat tahu sahabatnya Khowab memberikan alasan palsu atas kesalahannya.
🪻 Seorang murabbi yang baik adalah yang menjadikan anak didik yang bersalah itu malu atas kesalahannya, bukan dengan mempermalukannya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memilih meninggalkan Khowab tanpa menjelekkan kesalahannya di depan banyak orang.
🪻 Merubah sikap dari orang yang melakukan kesalahan cukup dengan menampakkannya tidak mengungkit-ungkit kembali. Jika anak didik sudah mengakui kesalahannya, maka itu sudah cukup. Tak perlu ditambahi dengan menjelaskan kesalahan-kesalahannya.
🪻 Qudwah/ contoh sikap seorang murabbi yang baik mempunyai pengaruh besar di depan anak-anak didiknya, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu semisal wibawa guru kurang dsb.
✒️ Faedah Kajian Ustaz Mu'tasim, Lc, MA حفظه الله
