Wasiat Salaf kepada Pemuda (Bagian ke-6)


Di antara yang diwasiatkan para salaf kepada para pemuda adalah riwayat yang berasal dari 'Uqbah bin Abi Hakim, beliau berkata, 

"Kami pernah duduk di majelis 'Aun bin 'Abdillah, lalu beliau berkata kepada kami: "Wahai para pemuda, Sungguh kami telah melihat usia muda telah wafat. Apa yg bisa dinanti apabila panen telah sampai ke penggilingannya." Sembari beliau mengusap janggutnya.

(Dikeluarkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dalam Kitabnya al-'Umru wa as Syaibu (no.42)

Maksud beliau rahimahullah adalah apabila seseorang sudah mencapai masa muda maka siap-siap waktunya untuk bisa dipanen, karena suatu tanaman jika sudah memasuki usia tertentu maka akan datang pula waktu panennya, terlebih bagi yang sudah tua karena mendekati kematian.

 Hikmah yang bisa kita ambil yakni:

🍃Hendaknya para pemuda jangan tertipu ketika melihat orang yang diberi usia panjang, karena kebanyakan orang akan terpedaya ketika melihat orang yang usianya hidup sampai tua. Sehingga melalaikan dari beribadah kepada Allah, menunda-nunda amal kebaikan yang harusnya dikerjakan saat itu juga.

"Apabila kamu berada di waktu sore, janganlah menunggu waktu pagi. Dan apabila kamu berada diwaktu pagi, janganlah menunggu waktu sore."

(Dikeluarkan oleh Al-Bukhori (6416)

🍃Masa muda tidak ada jaminan hidup sampai usia panjang. Berapa banyak kita perhatikan dan dapati yang banyak meninggal adalah di fase usia muda atau anak-anak.

Oleh karena itu, mari kita persiapkan diri untuk kematian yang datangnya tiba-tiba tanpa harus menunggu tua.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Ansar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya,

‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’

Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya’.

Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’

Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’

(HR Ibnu Majah, no. 4.259. Hadits hasan. Lihat Ash Shahihah, no. 1.384)

✍🏻 Faedah Kajian Ustaz Abu Muhammad Hafizahullah