Coba tengok kanan-kiri kita, Momsi! Adakah permasalahan global yang kita hadapi? Banyak! Mulai dari pergaulan bebas, kriminalitas, pemuda-pemudi minim akhlak dan lain-lain yang membuat kita miris dan takut sekaligus.
Namun, keluhan hanya sebatas keluhan jika tidak kita wujudkan dengan perbaikan yang nyata. Yuk, kita simak apa saja yang bisa kita lakukan!
- Berpegang teguh pada tali Allah dan menjauhi perpecahan dan pertikaian, dengan disertai keikhlasan dalam memperbaiki keadaan.
- Usaha memegang tali agama Allah. Setiap individu harus menyamakan persepsi. Jika tidak bisa, jangan sampai bercerai berai. Diusahakan agar bersabar dan mengerem nafsu masing-masing dalam memaksakan keinginan-keinginannya, atau dengan cara mencari jalan terbaik sendiri-sendiri senyampang masih di bawah bendera Allah.
- Berusaha menyingkirkan perpecahan. Mengetahui betapa tidak nikmatnya bermusuhan, maka ini mendorong manusia untuk hidup rukun dan bersatu.
- Berusaha membaguskan keikhlasan dalam memperbaiki iman dan takwa. Jika penggerak perbaikan tidak merasa ikhlas, maka akan mudah berputus asa dan kecewa seandainya impian tidak sesuai harapan. Dengan keikhlasan, semuanya terasa ringan, karena Allah mengetahui semua ikhtiar. Tidak ada kata gagal jika diniatkan untuk Allah.
Perbaikan diri sebagai salah satu pondasi dari perbaikan masyarakat
Kerusakan yang terjadi di masyarakat muncul karena belum tertatanya masyarakat-masyarakat kecil. Yang semestinya diperbaiki adalah individu-individu. Namun perubahan yang diinginkan tidak bisa instan, butuh waktu. Yang pasti harus optimis. Seringkali kita pesimis terlebih dulu melihat begitu banyak permasalahan dalam masyarakat. Harus yakin kepada Allah. Kalaupun berhasil, maka tidak patut untuk sombong, semuanya karena taufik dari Allah. Kalaupun belum, maka dengan keyakinan bahwa ini kebenaran dari Allah, tidak akan membuat kita berputus asa.
Mengakui kekurangan yang pernah dilakukan sehingga memunculkan adanya langkah perbaikan. Salah satu faktor kegagalan dalam perbaikan adalah saat seseorang merasa benar dan tidak mau menerima masukan.
Menyingkirkan faktor-faktor penghalang dari keberhasilan. Salah satu penghalangnya adalah ath-tahawwur yakni asal-asalan dalam perbaikan.