Wasiat Untuk Pemuda (part 10-12)

Wasiat untuk Pemuda ke-10

Atsar dari Muhammad bin Sulthah: “Suatu ketika Maimun bin Mihran berjumpa denganku, maka aku berkata padanya: “Hayyakallah (semoga Allah memberikan kehidupan, memberikan salam kepadamu). Mendengar itu, kata Maimun bin Mihran: ”Ini adalah ucapan penghormatan dari pemuda. Ucapkanlah salam (Assalamu’alaikum)”. 


Hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Siapa yang memulai pembicaraan sebelum salam, jangan kalian jawab”.


Faedah:

  • Kadang pemuda merasa lebih keren dengan mendahulukan ucapan selamat sebelum salam seperti hayyakallah, ahlan wa sahlan atau marhaban. Merasa malu dan kuno saat mengucapkan salam ke temannya. Seandainya pun memakai salam, biasanya tetap didahului ucapan-ucapan selamat tadi.

  • Meskipun menunjukkan keakraban, tapi ada ucapan salam yang lebih baik dari itu. Apalagi ucapan-ucapan lainnya: “Selamat pagi/ siang/ malam, Hai, Hello” dsb, lebih tidak boleh lagi. Termasuk saat dalam pidato, seringkali kita menemui kalimat pembuka atau sambutan sebelum salam. Maka ini perlu diperbaiki. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum suka mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal. Bahkan bersemangat mengulang salam meski baru saja bertemu. 

  • Kadang kita malu memulai memberi salam ke masyarakat terutama yang masih awam, tapi kita harus mencoba dan membiasakannya. Perlu kita ajarkan agar adab islami dalam berbicara dan bergaya, punya ciri yg khas sebagai pemuda muslim.


Wasiat untuk Pemuda ke-11


Dari Abu Malih, suatu ketika Maimun bin Mihran berkata pada kami sedang kami bersama dengan orang-orang tua: “Wahai para pemuda, gunakanlah kekuatan yang kalian miliki untuk ketaatan kepada Allah. Wahai orang yang sudah tua, mau sampai kapan lagi kalau tidak sekarang, apa lagi yang mau ditunggu untuk banyak beribadah kepada Allah. Waktu kematian sudah dekat. Esok saat kita kembali kepada Allah, yang ada hanyalah hisab (perhitungan amal) dan tidak ada lagi kesempatan beramal."


Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara

(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,

(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,

(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,

(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,

(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya 4: 341)


Wasiat untuk Pemuda ke-12


Dari Al-Firyabi, dari Sufyan Ats-Tsauri, suatu ketika beliau salat, kemudian mengarahkan pandangannya pada para pemuda yang ada di sana dan berkata: "Kalau kalian sekarang tidak mau salat, kapan lagi? Apa menunggu datangnya mati?”


Faedah:

  • Beliau memberi petuah untuk para pemuda dengan sebuah pesan yang luar biasa agar memanfaatkan masa muda untuk taat kepada Allah. Kalau tidak diarahkan, maka potensinya akan cenderung mengarah ke arah negatif.
  • Pemuda kalau tidak memanfaatkan masa mudanya untuk sujud kepada Allah, bisa jadi akan lemah (lebih jarang lagi) tidak salat di saat tua, atau bisa jadi saat lansia dia ingin taat tapi tidak bisa karena sudah lemah (fisiknya).

Faedah Kajian Ustaz Abu Muhammad